Kamis, Juni 13, 2013

PEDULI TUKANG SAMPAH

Hmmm, gue lagi aneh nih, bingung mau ngapa-ngapain, jadi males makan dan lagi males untuk nulis juga sebenernya. Karna gue konsisten, yaudah gue nulis aja. wkwkkw sudah lupakan masalah itu.

Balik ke topik posting. Ya gue mau ngebahas tentang tukang sampah.

Kenapa gue bahas Tukang sampah ? Karna gue baru sadar ternyata peranan tukang sampah sangat di butuhkan, kalo gak ada dia bisa lo bayangin deh. Sampah dimana-mana, numpuk , bau campur aduk.

 Banyak dari kita yang masih kurang peduli sama kehidupan tukang sampah. Memandang pekerjaan tukang sampah itu sebelah mata, kotor dan jijik. Padahal kalo gak ada dia siapa lagi yang peduli sama sampah ?

Jujur gue juga gak begitu peduli sama sampah, suka buang sampah sembarangan. Tapi masih untung ada tukang sampah yang akan membersihkan. Tukang sampah emang pantas mendapatkan gelar pahlawan lingkungan, tapi gajinya gak pantas sama daya kerjanya.

Tukang sampah itu kerjanya gak mudah, capek harus manggul karung atau dorong-dorong gerobak.



Lo mau gak kaya gitu ? pasti mau kalo gaji nya 80 juta perbulan, gue juga mau. Yang kerja di ruang AC juga pasti bakal mau.

Tapi yang gue bingung, kenapa tukang sampah kurang di perhatiin !? banyak yang kurang berkecukupan hidupnya, padahal kalo gak ada dia sampah bakal bisa lo bayangin deh. Seharusnya tukang sampah demo aja ya, minta naik gaji. Kalo gak bisa, tinggal mogok kerja.

Pasti bakal banyak sampah dimana-mana gak kerawat, tempah ibadah kalo depannya sampah tetep aja pandang tempat ibadah selalu bersih akan menjadi kotor. Jarang-jarang ada orang yang mau ngebersihin sampah secara sukarela. Walaupun ada pasti itu malaikat.




Coba sekarang lo bandingin sama tukang sampah yang ada di luar negeri. Bedanya jauh banget, kaya cacing tanah sama pluto, jauh pake bangetnya ada 100. Tukang sampah disana kerjanya gak begitu berat, enak gak usah berat berat. 




Bisa dikatakan tenaga yang dia keluarkan di London hanyalah menyeret kotak sampah beroda (wheelie bin) dari trotoar ke truknya. Tidak perlu juga dia angkat-mengangkat kaya kuli panggul, karena dengan design khusus pada truk sampah Inggris, ia hanya mengaitkan wheelie bin itu ke truk dan dengan memencet tombol, tempat sampah itu akan terangkat dan otomatis akan menumpahkan isinya ke dalam truk.





Jarak tukang sampah Inggris menarik wheelie bin itu pun hanya beberapa meter karena ada aturan mengenai posisi untuk meletakan tempat sampah di hari pengambilan sampah. Terlalu jauh dari bibir jalan? Tidak akan diambil. Misalnya kita lupa tidak meletakan wheelie bin di pinggir jalan di hari pengambilan sampah yang di London berjadwal seminggu sekali? Goodbye.






Sampah-sampah yang sudah dipisahkan berdasarkan jenisnya, ditaruh terpisah di recycle box: kompos, kertas, botol kaca dan botol plastik dan selebihnya masuk dalam wheelie bin. Masing-masing box recycle dan wheelie bin akan diambil oleh petugas dan truk sampah yang berbeda.  


Jangankan berceceran, sampah yang sudah dibungkus rapi namun tidak diletakkan di wheelie bin, tidak akan diambil oleh Wilbur dkk. Begitu pula nasib wheelie bin yang terlalu penuh yang akibatnya tidak bisa tertutup rapat.
Tanpa harus memegang sampah dalam arti sebenarnya, Wilbur memakai seragam "berat": boot, baju dan celana tahan air, rompi reflektif dan kaos tangan, yang berbeda disesuaikan dengan musim apa di Inggris saat itu.





Dan berapa gaji tukang sampah seperti Wilbur di London? Sekitar 21 kali gaji Tukang sampah dalam negeri, yaitu 30 ribu pounsterling per tahun atau bersih perbulannya (setelah dipotong pajak dll) 1700 poundsterling. Gue gak tau berapa rupiah kalo di rupiahin, wk

Udah segitu dulu, intinya tukang sampah harus lebih di hargai, dengan mensejahterakan kehidupan mereka secara lebih layak.  :)

*lanjut galau*

2 komentar:

  1. edan gajinya kaya bumi dan langit (diulang 100x)
    Cuma gw lebih prefer dengan penyebutan mereka dengan kata tukang bersih-bersiha dan kadang kita sebagai oknum tukang sampahnya sob :D

    CMIIW~~~ It's nice artikel sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahahah, iya bener. :D

      thanks sob :)

      Hapus

Berkomentar-lah dengan baik sesuai kaidah yang berlaku dalam norma masyarakat