Minggu, April 28, 2013

KEBAHAGIAN DI BAWAH SENJA

Hari Libur, Udin dan teman-teman sekolahnya memustuskan untuk pergi bersama.

Semua berawal pagi hari berkumpul disekolah, semua teman Udin sudah berada di sana. Tapi pemandangan tak seindah yang di bayangkan. Semua teman Udin membawa pacarnya, sedangkan Udin tidak. Dia selalu gagal dalam hal cinta. Sempat berpikir untuk Udin tidak ikut acara yang sudah di persiapkan ini. Tapi apa daya kalo Udin di paksa harus ikut.

Jajang bawa Amel, Tukimin bawa Lisa, Parjo bawa Sri, Udin bawa beban kehidupan.
Rasanya Udin terpinggirkan sekali.

Okeh, semua sudah di tempat. Saat nya semua berangkat, semua gembira kecuali Udin. Dia masing planga-plongo melihat keadaan sekitar pemandangan sepasang muda-mudi yang menjalin asmara. Udin cuma bisa nelen ludah-ngupil-nelen upil.

Singkat cerita, sampai lah akhirnya mereka semua pada sebuah mall lebih tepatnya bioskop. Mereka semua berniat untuk menonton film baru keluar yang berjudul "KEBAHAGIAN DI BAWAH SENJA" <-- misalnya

Cerita film-nya tentang sepasang kekasih yang si cowoknya sakit kanker Upil sama Gagal ingus udah stadium 4 terus umurnya gak panjang, cuma beberapa hari. Nah, saat sehari sebelum kematian si cowok. si cewek mengajak untuk pergi bersama sehari penuh. Pas udah seharian mereka bersama dan akhirnya mereka berhenti di sebuah danau yang hari itu mulai senja. Mereka berpulukan, saat berpelukan si cowok mati. gitu ! sedih gak kalo di jadiin film beneran kira-kira ?
Setelah semua memesen tiket, dan semua duduk di kursi yang telah ditentukan.

Semua duduk berurutan sesuai pasangannya masing-masing 
Jajang-Amel-Tukimin-Lisa-Parjo-Sri-Udin-yang jual popcorn-Ibu2-nenek2

Film pun di mulai, lampu di matikan. Tiba-tiba ada tukang cireng lewat. <----Bercanda

Jajang memegang mesra tangan Amel, Tukimin dan Lisa serius nonton filmnya, Parjo lagi digelendotin pundaknya sama Sri, Si Udin lagi jualan popcorn di dalem bioskop.

Dipertengahan Film semua penonton mulai menangis begitu juga dengan temen Udin, karna film-nya mulai sedih. sang Cowok yang ada di cerita film itu sudah mulai bolak-balik masuk rumah sakit dan di vonis sakit kanker upil dan gagal ingus. Yang lain pada sedih, Udin malah sibuk main catur sendiri di dalem bioskop.

Jajang mulai mengusap air mata Amel, Tukimin mulai mengelap ingus Lisa, Parjo nyedot conge Sri.

 Film-nya udah hampir abis, semua penonton sudah tak tahan untuk menahan air mata yang keluar, Udin juga gak tahan dari tadi dia nahan berak. 
dan akhirnya sampai juga film nya pada titik kebahagian terakhirnya si cewek untuk bersama si cowok di bawah senja, harus hilang untuk selamanya. Semua penonton keluar secara perlahan, termasuk Udin.

Semua teman Udin langsung membahas cerita tentang film tadi.

"Film tadi sedih banget yah" kata Sri.
"Iya sedih banget" seru Amel.
"Iya bener, gue sampe nangis juga" Tukimin gak mau kalah.
"Besok-besok kita nonton bareng lagi yah" Kata Parjo.
"Din, kok lo dari tadi diem aja !" Saut jajang ke Udin.
"Iya diem aja, gimana menurut lo film-nya tadi?" Saut agi Lisa.

Hening sebentar, 

"Gak tau, Tadi gue jualan siomay di dalem !" jawab Udin polos



PS : Buat jomblo atau single. Gue saranin jangan pernah nonton film, ftv, sinetron, atau apaun yang mengandung cinta-cinta'an, pasangan, pacaran. soalnya endingnya cuma bikin galau dan gigit jempol kecoa.
Buat jomblo atau single mending nonton berita, film action atau komedi, mancing mania, dll. Pokoknya hindari acara yang mengandung cinta-cinta'an kalo gak mau galau dan inget mantan.

1 komentar:

Berkomentar-lah dengan baik sesuai kaidah yang berlaku dalam norma masyarakat