Sabtu, Maret 09, 2013

ROMANTIKA CONTEKAN MATEMATIKA



Hari ujian tengah semester telah tiba didepan mata, banyak temen Udin atau murid-murid lain yang sibuk belajar setiap jam menit detik setengah detik seperempat detik seperdelapan detik....  ada juga anak yang terlihat stress karna ingin menghadapi ujian, stress itu disebabkan karna sistem belajar yang tidak rutin bisa dibilang SKS (Sistem Kebut Semalam).
Namun Udin menghadapinya dengan tenang dan biasa saja tidak stress seperti teman lainnya, bukan karna dia sudah biasa belajar atau rutin belajar tapi emang Udin males belajar jadi dia cuma leha-leha aja tiduran dikasur sambil liatin langit-langit kamar dan berserah diri untuk besok ujian, sesekali juga orang tua nya menyuruh dia untuk belajar dan akhirnya Udin pun mengambil buku. Disaat orang tua Udin melihat Udin sedang belajar alangkah senangnya hati mereka walaupun mereka tidak tahu kalau mereka sedang dibodohi karna dibalik buku Udin berkarya dengan ilernya (baca: Tidur).

HARI SENIN
Hari senin adalah hari dimana rasa males meningkat tinggi, apa lagi ditambah hari ini Udin ujian tengah semester. Dengan keadaan masih ngantuk Udin mencari ruangan kelas ujian, saking ngantuknya dia sampe salah masuk ruangan, dia masuk kekamar mandi sekolah. Sekian lama mencari dan berkali-kali salah masuk ruangan akhirnya Udin menemukan ruangannya juga. Di duduk barisan kedua dari depan, dan teman sebangku ujian juga di acak, ngerti kan?
Udin masih kalem duduk santai dikursi sekolah sambil menyandarkan tangannya kedagu dan menempelkan ke meja, sambil berharap mendapatkan contekan dan juga teman sebangku yang diinginkan. Udin berharap teman sebangkunya kali ini cewe cantik, kalo bisa mirip personel SNSD atau minimalnya cherrybell lah. Tiba-tiba muncul sesosok mahkluk indah bagaikan bidadari jatuh dari surga tepat di hati ku, eaaa (Kenapa jadi nyanyi coboy junior si lo!?)

Cewe ini cantik banget, dia muncul dari depan pintu kelas. Bener dia cantik banget kaya bidadari bersayap, dia juga ngelepas sayapnya dan menggantungnya di belakang pintu kelas (Gak mungkin begok!). Disaat cewe ini masuk, Udin berdoa..
“Ya Allah semoga dia duduk bersama ku disampingku diatas dekapanku ini, kalau misalnya dia bukan duduk denganku saat ujian ini, geserlah orang yang duduk bersama dia dan gantilah denganku, kalo gak bisa juga? Bisa bisain lah, please ya Allah” doa Udin sambil sujud-sujud dilantai kelas.

“Permisi, aku duduk disini. Aku boleh duduk?” kata cewe itu.
-----Udin mimisan--------

Udin pun mempersilahkan dia untuk duduk disampingnya, Udin bersyukur doanya dikabulkan oleh tuhan.
                “Nama kamu siapa?” tanya cewe itu.
                “Nama aku Udin, kamu siapa?” jawab Udin tambah mimisan.
                “Nama aku Sinta” sambil nyodorin tisu ke Udin.
Udin gak tahan ngeliat kecantikan Sinta sampe mimisan, waktu itu aja ngeliat personil SNSD di tv dia pingsan.
Tut tut tut tut, suara bel berbunyi. Anak-anak pada masuk kelas. (Suara bel gimana si?)
                Guru memasuki ruangan Udin dan membagikan kertas untuk jawaban dan soal, satu kata yang hanya terucap dari mulut Udin “Kampret, Ipa lagi!”, Udin panik karna dia engga tau sama sekali tentang Ipa, apalagi yang bab Aljabar! (Aljabar itu di matematika bukan? Berarti gue salah ya).
Salah-salah yang bener matematika bukan ipa, iya Udin paling males sama pelajaran matematika karna banyak rumusnya.
                “Kamu kenapa panik?” Suara indah Sinta.
                “Aku gak ngerti matematika” kata Udin.
                “Tenang, aku punya kunci jawabannya” kata Sinta berbisik ke Udin.
                “Emang kamu kelas berapa?” tanya Udin heran.
                “Kelas 7 juga kok”
                “Emang soalnya sama?”
                “sama lah begok!”
                “mana contekannya?” tanya Udin.
                “Ini dikantong aku”.
Udin mencoba merogoh kantong yang berada di dada Sinta, tapi Sinta malah teriak dan membuat semua masyarakat kelas tertuju pada mereka berdua. Udin lupa kalo Sinta cewe.
                “Ujian dimulai, kalo ada yang nyontek akan dihukum!” kata guru pengawas dengan tegas.
Udin Cuma bisa bengong ngeliatin soal, dan Sinta sibuk sama soalnya juga, dia pura-pura baca soal padahal dia tinggal nyontek, Udin juga pura-pura baca soal biar gak diliatin terus sama pengawas kalo gerak-gerik dia kaya pengedar shabu.
                Psssttt.... sautan Udin keteman sekitarnya berharap ada yang beri jawaban satu atau dua soal pun tak apa, “Hey kamu!” teriak pengawas sambil nunjuk-nunjuk Udin. Udin pun hanya pasang muka ketakutan. Sambil terus pura-pura baca soal udin berharap waktu untuk mundur kembali dan mengulang waktu yang telah terlewati.
                Dengan pengawasan yang eksta melihat gerak-gerik pengawas Udin terus mencoba untuk mencari contekan, Sinta masih sibuk sama soal ujian dan sesekali mencoba mengeluarkan contekannya. Disaat udin menengok kebelakang tiba-tiba pengawas berteriak lagi kepada Udin dan memberi peringatan untuk tidak mencotek lagi atau kalau ketauan akan dihukum. Udin pun langsung terpuruk menempelkan jidatnya ke meja dan ingin menangis. Untungnya tiba-tiba Sinta ngomong seperti berbisik kepada Udin dengan tatapan matanya yang tajam melihat Udin, dan melemparkan secarcik kertas kepada Udin. Udin langsung terharu akan kebaikan Sinta untuk membantunya, tapi sayang kertas itu salah lemparan dan jatuh kebawah meja. Udin bingung harus bagaimana mengambilnya karna dia diawasi terus oleh pengawas, Udin mencoba untuk mengambil tapi Udin diteriakin pengawas lagi, tapi untungnya Udin bisa alasan kalau tali sepatunya lepas. Cara itu kurang berhasil. Udin pun tanpa putus asa terus mencoba mengambil tapi tetep ketauan juga sama pengawas, kali ini Udin beralasan pulpennya jatuh padahal pulpen ada dalam genggamannya.
Karna pengawas lengah Udin dengan sigap langsung mengambil kertas itu dibawah meja, namun tiba-tiba tangan Sinta menempel ketangan Udin, ternyata Sinta ingin membantu Udin yang dari tadi berusaha untuk mengambil kertas contekan itu. Namun yang ada mereka berdua malah asik pegang-pegangan, mereka saling bertatapan, Sinta memberikan senyuman yang sangat Indah kepada Udin begitu pula Udin juga memberikan senyuman yang paling najis kepada Sinta, mata Udin berkaca-kaca, ternyata Udin kelilipan beling. Udin mimisan lagi.
                Karna keasikan terbawa suasana sinetron dibawah meja, mereka tidak sadar kalo sudah ketauan oleh pengawas. Dan mereka pun disuruh maju kedepan, “Contekan punya siapa ini?’ tanya pengawas dengan tegas. Namun mereka berdua diam dan ketakutan, pengawas bertanya sekali lagi kepada mereka. Akhirnya Udin membuka jawaban kalo itu contekan punya dirinya. Karna Sinta tak tega karna Udin harus mengaku kesalahan yang bukan miliknya, akhirnya Sinta juga mengaku kalau ini contekan milik dia juga, ini contekan punya kita berdua kata Sinta dengan suara lembutnya. Alhasil mereka berdua dihukum untuk berdiri didepan kelas dan tidak boleh ikut Ujian. Ini adalah momen dimana mereka bisa lanjut bertatapan didepan kelas, sepertinya mereka sedang terbawa oleh suasana hati bercampur bahagia dicampur sebuah proganda hati mereka masing-masing.
Disaat Ujian selesai, waktu nya semua soal dan jawaban dikumpulkan.

Bagaimana dengan Udin dan Sinta?  
Udin tidak mengumpulkan jawaban karna dia belum menjawab sama sekali soal satu pun, kalau Sinta dia mengumpulkan jawabannya karna dia sudah selesai sebelum dia memberikan contekan kepada Udin. Satu kalimat didalam hati Udin “Seharusnya tadi gue gak bilang kalo itu contekan gue!”. *Tiba-tiba hujan*
               

2 komentar:

  1. Informasinya sangat bermanfaat, berikut ini ada contoh soal psikotes gambar/ BAUM tes, download software gratis, dan download blogger templates seo responsive.

    BalasHapus
  2. Info yang sangat menarik.
    Psikotes itu mudah jika tahu trik menghadapinya! Psikotes itu gampang jika tahu cara menjawabnya! Simak caranya di Soal Psikotes dan Jawabannya dan tips Wawancara Kerja.
    Dapatkan Info kerja Aceh untuk wilayah Aceh dan sekitarnya.

    Bagi anda yang belum memiliki momongan sebaiknya ikuti petunjuk dr. Rosdiana Ramli SpOG dalam bukunya Cara Cepat Hamil dan Tips Cepat Hamil. Semua persoalan kehamilan yang dihadapi pasangan baru menikah dibahas tuntas. Ini berdasarkan pengalaman beliau sebagai dokter kandungan.

    Begitu juga dengan bunda yang sedang menjalani Masa Kehamilan dan Tanda-tanda Kehamilan, tips dari dr. Riyani Limoa, SpOG cocok kiranya dijadikan sebagai panduan dalam memantau tumbuh kembang calon sibuah hati anda.

    Selain cara cepat hamil dan panduan ibu menyusui kami juga sudah menerbitkan buku Cara Merawat Bayi Baru Lahir satu tahun pertama, sangat cocok bagi bunda yang masih kesulitan atau masih bingung dalam mendidik dan merawat di masa perkembangan keemasannya tersebut.

    Kunjungi kami di Masa Hamil dan Menyusui. Terimakasih gan.

    BalasHapus

Berkomentar-lah dengan baik sesuai kaidah yang berlaku dalam norma masyarakat