Selasa, Mei 13, 2014

JANGAN PERGI !

sumber google

 

Semua sudah berjalan begitu saja
Seperti air yang mengikuti arusnya
Seperti awan yang tertiup angin entah kemana
Begitu indah berada dijalurnya

Banyak kenangan manis yang sudah tertanam
Sudah banyak hal yang tak akan terlupakan
Dan tak akan lelah untuk membuat cerita baru
Yang akan menjadi kenangan suka duka menjadi satu

Akhirnya aku mengerti tanpa hadirnya dirimu
Seperti ikan yang kehilangan air
Seperti manusia yang kehilangan oksigen
Seperti malam yang kehilangan rembulan
Seperti pagi yang tak disinari mentari

Banyak harapan dan impian yang kita ucapkan bersama
Selalu berpegangan tangan menuju tujuan bersama
Dan aku berjanji untuk selalu bersama
Demi kebahagian yang akan terasa lama

Minggu, Mei 11, 2014

TRAGEDI COMBERAN



Biasanya gue selalu nulis tentang tips-tips atau masalah yang biasa terjadi atau sedang terjadi. Sekarang gue mau cerita masa kecil gue, *tepuk tangan sendiri*. Mungkin kejadian yang gue alami ini pernah terjadi sama kalian juga. Soalnya gue tanya temen-temen gue, kebanyakan pernah ngalamin hal yang sama. Entah itu hukum alam atau gimana gue gak ngerti.

Hobby gue waktu kecil suka banget sama yang namanya naik sepedah kebut-kebutan sampe nabrak nenek-nenek tak berdosa, hobby ini gue jalani sejak umur 4 tahun. Awalnya gue belum bisa sama sekali dengan yang namanya naik sepedah, dulu gue sepedah aja belum tau kaya apa bentuknya.

Minggu, April 06, 2014

BIDADARI KECIL





Ini bukan sebuah sajak atau puisi yang indah
Bahkan ini tidak pantas dimasukan ke dalam kedua kategori tersebut.
Ini hanya coretan kasar ala kadarnya, tak se-istimewa apa yang ada.
Sama seperti biasa, semua berawal biasa saja.

Bidadari kecil.....

Kau hadir di dalam dunia yang tak tahu arah,
Kau datang dengan penuh cinta.
Merubah semuanya menjadi lebih tenang, damai, dan tak berdaya.
Sayap-sayap mu memberikan sebuah nafas yang hampir tak ada.

Sabtu, April 05, 2014

LO TAU RASANYA JLEB ?

sumber


Suasana kali ini hening, Udin bersama Rindu duduk saling tersipu dengan kesunyian yang ada. Udin menatap kosong Rindu, dan Rindu menatap tukang siomay yang ada di taman saat itu. Ternyata Rindu ingin sekali membeli siomay tapi ia tak bawa duit, dan Udin tidak peka sama sekali dengan keinginan Rindu tersebut. 

Udin sudah 3 bulan dekat dengan Rindu, ia merasa nyaman dengan Rindu dan akhirnya timbul pertanyaan perasaan. Dan ditempat ini Udin ingin berbicara sesuatu kepada Rindu tentang perasaannya. Udin membuka pembicaraan.